Rasulullah Dalam Menyikapi Wabah Penyakit

wabah virus corona



Assalamualaikum
Akhir-akhir ini kita di hebohkan dengan wabah penyakit yang bernama Virus 2019 Novel Coronavirus atau yang sering di sebut Virus Corona. Virus ini adalah yang bisa menginfeksi sistem pernafasan dan bisa menyebabkan penderitanya mengalami flu, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan ,batuk , demam, sesak nafas. Dan virus ini berasal dari China tepatnya di Wuhan pada akhir desember 2019 dan dengan cepat menyebar kebeberapa negara di kawasan Asia. negara tersebut sudah waspada dan menggunakan segala cara untuk mengobati penyakit ini bahkan di di Arab Saudi menutup warga negara asing utuk masuk wilayahnya sehingga berdampak bagi masyarakat muslim yang ingin melaksanakan umroh ketanah suci.
Karena penyebaranya sangat cepat dalam waktu kurang lebih dua bulan sudah ada yang meninggal  lebih dari 2800 orang akibat virus corona . Wabah yang merebut begitu banyak nyawa ini sebenarnya juga pernah ada di zaman amirulmukminin Umar bin Khattab. Penyakit pada masa itu ialah tha’un namanya yaitu penyakit yang berasal dari tikus kemudian virus bakteri ini dipindahkan oleh kutu ke tikus yang lain sehingga menyebar dan sampai terkena manusia kemudian menebar kemanusia yang lainya. Dan gejala awalnya seperti bisul kemudian bisa tumbuh di bagian anggota badan yang lainya biasanya timbul di bagain ketiak. Dari bisul ini kemudian membesar dan pecah dan menyebabkan pendarahan sehingga tubuh menjadi demam dan bisa membuat penderita meninggal. Sehingga pada masa itu tha’un merupkan penyakit yang mengerikan karena masyarakat yang meninggal pada waktu itu mencapai 25.000 muslimin dan kejadianya begitu cepat.
Ketika masa kepemimpinan Umar bin Khattab penyakit tha’un ini juga pernah menjangkit di negeri Syam. Suatu hari Umar bin Khttab inigin mengunnjungi Syam, ketika sudah sampai di perbatasan Kota Yordania Umar Bin Khattab telah mendapat kabar bahwa negeri Syam telah terjangkit penyakit tha’un maka beliau menghentikan perjalanyan sementara waktu. Gubernur Syam pada waktu itu adalah sahabat mulia Abu Ubaidah bin Jarroh kemudian langsung menenmui Umar bin Khattab dan berdiskusi panjang . Kemudian Umar bin khattab menggelar musyawarah, apakah tetap melanjutkan perjalananya ke negeri Syam atau tidak. Maka sang khalifah Umar memanggil para sahabat dari kalangan Muhajirin. mereka berselisih pendapat sebagian menyuruh untuk melanjutkan perjalanan dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena penyakit dan sebagaian lagi berpendapat supaya wabah itu di hindari untuk menyelamatkan nyawa para shabat dan kembali ke Madinah. Kemudian ke dua Umar bin Khattab memanggil para sahabat Anshor ternayata terdapat perbedaan pendapat sama seperti kaum Muhajirin dan terakhir Umar bin khattab meminta pendapat kepada sahabat yang ikut dalam fathul makkah ternyata mereka sepakat untuk kembali ke Madinah dan tidak meneruskan perjalanan ke Syam.
Kemudian Umar bin khattab memutuskan utuk kembali ke Madinah. Pendapat ini di pertanyakan oleh Abu Ubaidah bin Al jarroh  ‘’ Bagaimana anda lari dari takdir Allah SWT , kalau anda masuk kemudian terkena penyakit ini, itu sudah takdir dari Allah SWT?” lalu umar menjawab ‘’ Andai kalimat ini keluar bukan dari dirimu, orang secerdas kamu bisa berkarta seperti itu, kalau engkau punya sekian banyak kambing kemudian dihadapanmu ada dua padang rumput yang satu subur yang satu tidak subur, bukan kah kalau kamu menggembalakan kambingmu ketempat yang subur adalah takdir Allah  dan jika kamu gembalakan ke padang rumput yang tidak subur juga takdir Allah SWT”. Di tengah perbedaan pendapat antara Abu Ubaidah dan sang Khalifah Umar bin Khattab munculah  sahabat mulai Abdurrahman Bin Auf kemudian beliau menasihati keduanya dengan sabada nabi “ Jika kalian mendengar suatu negeri di landa wabah maka janganlah kalian memasukinya, Jika wabah itu terjadi di temapat kalian tinggal , maka janganlah kalian keluar darinya” , maka seketika itu Umar sebagai pemimpin dan Abu Ubaidah yang merasakan pedihnya penyakit tha’un itu pun sama-sama saling tunduk kepada nasihat dari Abdurrahman bin Auf.
Dari penggalan kisah di atas bisa memberikan kita salah satu solusi bagaimana pencegahan terhadap virus corona, dan sekarang sudah di lakukan oleh negeri-negeri yang terkena penyakit tersebut mereka mengkarangtina para warganya yang terkena virus corona supaya tidak menyebar ke masyarakat yang lain. Itu adalah solusi dari Rasulullah bahwa ketika kalian kena penyakit itu jangan lari karena dapat menularkan kepada yang lain dan jangan memasuki suatu wilayah yang kena wabah penyakit tersebut.Solusi yang lain melanjutkan kisah di atas adalah ketika sampailah kepemimpinan pada Amru bin As maka ia berpikir keras untuk menganalisa bagaimana wabah tha’un ini bisa menyebar begitu cepatnya sehingga dia menyimpulkan sesungguhnya penyakit ini seperti api yang membakar sehingga ia memerintahkan untuk warganya pergi secara berkelompok ke gunung-gunung beberapa lama kemudian kalau sudah sembuh mereka kembali ketempat asalnya.itu sedikit solusi yang mungkin bisa di coba semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam  bishawab


Posting Komentar untuk "Rasulullah Dalam Menyikapi Wabah Penyakit"